donderdag 25 augustus 2011
zondag 14 augustus 2011
Si Eno....
Buat saya waktu masih abg dulu, tak ada bunyi dering bel yang paling merdu di dunia ini, selain dering bel dipintu menjelang saat subuh. Ketika hari Raya sudah berapa hari berlalu. Dering bel itu terdengar bagaikan symphonie muzik yang mengalun syahdu ditelinga. Yang membuat hati ini merasa terharu dan lega sekaligus. Karena dering bel itu bagaikan sebuah isyarat . Yang memberi tanda bahwa hari-hari yang panjang dan melelahkan sudah berakhir. Mulai hari itu saya bebas dan merdeka. Tak usah bantu mama lagi ngepel lantai di rumah. Tak perlu lagi nyiram tanaman di kebun, atau terpaksa bantuin mama masak didapur. Long live the bediende.
Pulang dari sekolah, saya lihat si Eno lagi loncat-loncat mainan air di pinggir kolam ikan kecil yang terletak di samping garasi mobil. Ia cuma pakai celana dalam saja yang sudah basah kuyup. Sambil tertawa riang, diciduknya air dari dalam kolam itu dengan sebuah gelas plastik, lalu airnya di tuangkan ke kakinya..ke tangannya atau keperutnya.. .hihihi. " Segeer banget loh simake", jerit si Eno berulang-ulang. Saya tersenyum geli. Si Eno ini memang seneng banget mainan sama air, kalau habis pulang mudik , maklum di kampungnya yang terletak di gunung Kidul sono, air itu susah sekali didapat . Karena tanahnya berlapis kapur, tandus dan gersang
Habis makan siang saya disuruh mama kerumahnya pak Adjat. Mengantarkan sebaki nasi jagung yang dicampur urap sayuran dan ikan asin. Yang sengaja dibuat oleh emaknya si Eno. Karena mereka membawa oleh-oleh berapa buah tas plastik besar yang isinya butiran jagung kering. Aku dengar dari mama bahwa itu adalah makanan kesukaan pak Adjat, yang dulu pernah berdinas di daerah gunung Kidul waktu pangkatnya masih letnan dua.
Pak Adjat senang sekali melihat kiriman yang saya bawa. " Sudah lama banget aku rindu makan nasi jagung asli dari gunung Kidul ", teriaknya dengan wajah berbinar. Saya lalu berpamitan minta diri, tapi ditahan oleh pak Adjat. "Nanti dulu dong Diana, coba lihat deh pohon jambu miniku , buahnya besaar -besaar sekali loh, biarpun cuma ada tiga biji". Saya tak dapat menolak permintaanya. Biarpun dalam hati merasa malas tapi saya terus ikut berjalan mengikutinya ke depan teras rumahnya. Yang penuh dengan jajaran pot yang besar-besar. Semuanya terbuat dari porselen biru tua.
Pak Adjat ini seorang penggemar tanaman buah-buahan mini. yang lagi ngetrend pada saat itu. Ada pohon mangga, jambu merah dan jambu batu, belimbing, rambutan, jeruk, kedondong, dll. Semuanya terlihat hijau royo-royo. Cuma sayang belum ada yang berbuah. Kecuali pohon jambu batu yang potnya terletak dipaling ujung.
Dan inilah sumber semua kebanggaan yang ia miliki. Dari mulai berbunga, sampai menjadi pentil buah, ia selalu mengabari kepada semua orang yang dikenalnya dengan penuh antusias. Buah jambu ini melulu yang ia bicarakan setiap kali ia datang bertandang kerumah kami. Dan kami pura-pura gembira mendengarnya. Padahal dalam hati kami sudah merasa bosan dan sebal dengan segala macam ceritanya tentang buah jambunya itu.
Tapi waktu melihat tiga buah jambu yang bertengger di pohonnya, saya berdecak kaguum. Geudee-geudee sekali. Seumur hidup belum pernah saya melihat buah jambu sebesar itu. Bagai jeruk bali saja layaknya. Pak Adjat tersenyum bangga. "Aku baru mau makan buah ini, sampai dia jatuh sendiri dari tangkainya", bisiknya perlahan. Seperti takut terdengar oleh buah-buah jambu itu, yang bersinar hijau berkilat di bawah terik matahari siang. Aku lihat pak Adjat mendekatkan mulutnya ke buah jambu itu, lalu di ciumnya perlahan-lahan dengan mata terpejam. Satu-persatu tak ada yang terlewat...Masyaa Allah.
"Mbak itu dicari sama temennya", suara si Eno mengejutkan kami berdua, yang masih terpesona menatap buah jambu yang luar biasa itu. Aku menoleh. Kulihat si Eno sudah berdiri dibelakang kami dengan tangan di punggung. Seperti pegawai dari dinas Pertanian yang sedang memeriksa tanaman buah milik petani di ladang.
Tiga hari kemudian terjadi sebuah kegemparan yang luar biasa di jalan tempat kami tinggal. Sebuah jambu batu milik pak Adjat lenyap tak berbekas di petik pencuri. Pak Adjat marah dan memaki setiap orang yang lewat di depan rumahnya. "Kalau aku tahu siapa pencurinya, akan kupatahkan kedua belah tangannya", teriaknya dengan penuh emosi. Mukanya merah padam dan nafasnya mendengus-dengus. "Orang itu pasti iri dan dengki dengan karierku, hingga sengaja mau mengimitidasi saya, brani-braninya lancang mencuri buah jambu yang aku tanam dengan susah payah di depan hidungku".
Dan malam itu, keluarga kami dibuat terkejut setengah mati. Sehabis makan malam, si Eno datang menghampiri kami di meja makan, yang sedang sibuk berbincang tentang musibah yang menimpa diri pak Adjat kemarin. Dengan tenangnya ia menaruh sebaki buah-buahan di pinggir meja. Tapi yang membuat kami semua terdiam, ada sebuah jambu batu yang besar sekali . Persis ditengah , dikelilingi oleh buah rambutan dan duku. Jambu batu yang bentuknya kami kenal dengan baik, karena hanya tumbuh di pot porselennya pak Adjat.
by Diana Misan
donderdag 17 februari 2011
STORMS NEVER LAST...Dr Hook
Storms never last do they babe
Bad times all pass with the wind
Your hand in mine stills the thunder
And you make the sun wanna shine
You followed me down so many roads, babe
I picked wild flowers and sung you soft sad songs
And every road we took lord knows our search was for the truth
And the clouds brewin' now won't be the last
But storms never last do they babe
Bad times all pass with the wind
Your hand in mine stills the thunder
And you make the sun wanna shine
Storms never last do they babe
Bad times all pass with the wind
Your hand in mine stills the thunder
And you make the sun wanna shine
Storms never last do they babe
Bad times all pass with the wind
Your hand in mine stills the thunder
And you make the sun wanna shine
woensdag 2 februari 2011
Kebesaran Tuhan....
Apakah kita menyadari bahwa ternyata Tuhan telah memberi petunjuk atas khasiat sayuran dan buah-buahan melalui bentuk struktur nya ? Coba kita perhatikan contoh-contoh di bawah ini :
Irisan bola mata (Sumber: Situs Mata)
1. Sebuah irisan wortel jika kita perhatikan terlihat mirip irisan bola mata manusia. Pada kenyataannya, para ahli kesehatan telah membuktikan bahwa wortel sangat baik untuk meningkatkan fungsi mata (karena banyak mengandung vitamin A) dan meningkatan aliran darah ke mata.
Irisan jantung
2. Tomat memiliki 4 ruangan di dalamnya dan berwarna merah. Jantung manusia yang berfungi memompa darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah, memiliki 4 ruangan dan juga berwarna merah. Semua penelitian atas tomat membuktikan bahwa tomat banyak mengandung lycopine yang bermanfaat untuk darah.
3. Sekumpulan anggur yang menggantung memiliki bentuk seperti jantung. Setiap butir anggur terlihat seperti sel darah dan semua penelitian terkini menunjukkan bahwa anggur adalah baik untuk jantung dan baik sebagai makanan yang dibutuhkan oleh darah.
4. Kacang kenari terlihat seperti otak berukuran kecil. Belahan kenari yang berbentuk “belahan bumi” (hemisphere), belahan atasnya seperti otak besar (cerebrums), dan belahan bawahnya seperti otak kecil (cerebellums). Bahkan kerutan dan lipatan di kacang kenari tersebut seperti neo-cortex. Saat ini kita ketahui bahwa kacang kenari bisa membantu memberikan lebih dari 3 lusin neurontransmitters untuk fungsi otak.
5. Kacang merah berbentuk seperti ginjal manusia. Dan diketahui bahwa kacang merah memiliki manfaat untuk melindungi fungsi ginjal dan mata
tulang manusia
6. Seledri dan sayuran lainnya yang batangnya berbentuk seperti tulang ternyata bermanfaat untuk menguatkan tulang. Tulang terdiri dari 23% sodium dan sayuran tersebut diatas juga terdiri dari 23% sodium. Jika dalam diet makanan anda kurang sodium, tubuh akan mengambilnya dari tulang, ini menyebabkan tulang menjadi lemah. Sodium yang terdapat dalam sayuran tersebut bisa memenuhi kebutuhan tulang akan sodium yang diperlukan tubuh.
rahim wanita
7. Buah alpukat, buah pir terlihat mirip mulut rahim dan rahim wanita. Penelitian terkini menunjukkan bahwa jika wanita makan 1 buah alpukat seminggu, akan menyeimbangkan hormon, dan mencegah kanker mulut rahim. Buah alpukat butuh waktu 9 bulan untuk bertumbuh dari buah kecil hingga siap di petik. Terdapat lebih dari 14.000 nutrisi kimia pada masing-masing buah tersebut di atas.
-
sel telur wanita
8. Buah zaitun bentuknya seperti sel telur wanita. Ternyata buah zaitun berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan dan meningkatkan fungsi dari sel telur wanita.
Anatomi payudara
9. Buah jeruk, lemon, dan buah sitrus lainnya sangat mirip dengan kelenjar payudara. Percaya atau tidak bahwa buah-buah tersebut berkhasiat untuk menambah nutrisi bagi kesehatan kelenjar payudara dan kelenjar getah bening
sel manusia
10. Bawang terlihat seperti sel tubuh. Riset terkini menunjukkan bahwa bawang membantu membersihkan material-meterial yang tak terpakai di seluruh sel tubuh. Bawang bisa membuat mata memproduksi air mata yang bisa mencuci lapisan luar mata. Bawang putih, juga bisa membantu melenyapkan dari tubuh material-material yang tidak berguna dan berbahaya, contohnya seperti radikal bebas.
Diambil dari Sumber : Healthy Foods oleh Diana Misan
Irisan bola mata (Sumber: Situs Mata)
1. Sebuah irisan wortel jika kita perhatikan terlihat mirip irisan bola mata manusia. Pada kenyataannya, para ahli kesehatan telah membuktikan bahwa wortel sangat baik untuk meningkatkan fungsi mata (karena banyak mengandung vitamin A) dan meningkatan aliran darah ke mata.
Irisan jantung
2. Tomat memiliki 4 ruangan di dalamnya dan berwarna merah. Jantung manusia yang berfungi memompa darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah, memiliki 4 ruangan dan juga berwarna merah. Semua penelitian atas tomat membuktikan bahwa tomat banyak mengandung lycopine yang bermanfaat untuk darah.
3. Sekumpulan anggur yang menggantung memiliki bentuk seperti jantung. Setiap butir anggur terlihat seperti sel darah dan semua penelitian terkini menunjukkan bahwa anggur adalah baik untuk jantung dan baik sebagai makanan yang dibutuhkan oleh darah.
4. Kacang kenari terlihat seperti otak berukuran kecil. Belahan kenari yang berbentuk “belahan bumi” (hemisphere), belahan atasnya seperti otak besar (cerebrums), dan belahan bawahnya seperti otak kecil (cerebellums). Bahkan kerutan dan lipatan di kacang kenari tersebut seperti neo-cortex. Saat ini kita ketahui bahwa kacang kenari bisa membantu memberikan lebih dari 3 lusin neurontransmitters untuk fungsi otak.
5. Kacang merah berbentuk seperti ginjal manusia. Dan diketahui bahwa kacang merah memiliki manfaat untuk melindungi fungsi ginjal dan mata
tulang manusia
6. Seledri dan sayuran lainnya yang batangnya berbentuk seperti tulang ternyata bermanfaat untuk menguatkan tulang. Tulang terdiri dari 23% sodium dan sayuran tersebut diatas juga terdiri dari 23% sodium. Jika dalam diet makanan anda kurang sodium, tubuh akan mengambilnya dari tulang, ini menyebabkan tulang menjadi lemah. Sodium yang terdapat dalam sayuran tersebut bisa memenuhi kebutuhan tulang akan sodium yang diperlukan tubuh.
rahim wanita
7. Buah alpukat, buah pir terlihat mirip mulut rahim dan rahim wanita. Penelitian terkini menunjukkan bahwa jika wanita makan 1 buah alpukat seminggu, akan menyeimbangkan hormon, dan mencegah kanker mulut rahim. Buah alpukat butuh waktu 9 bulan untuk bertumbuh dari buah kecil hingga siap di petik. Terdapat lebih dari 14.000 nutrisi kimia pada masing-masing buah tersebut di atas.
-
sel telur wanita
8. Buah zaitun bentuknya seperti sel telur wanita. Ternyata buah zaitun berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan dan meningkatkan fungsi dari sel telur wanita.
Anatomi payudara
9. Buah jeruk, lemon, dan buah sitrus lainnya sangat mirip dengan kelenjar payudara. Percaya atau tidak bahwa buah-buah tersebut berkhasiat untuk menambah nutrisi bagi kesehatan kelenjar payudara dan kelenjar getah bening
sel manusia
10. Bawang terlihat seperti sel tubuh. Riset terkini menunjukkan bahwa bawang membantu membersihkan material-meterial yang tak terpakai di seluruh sel tubuh. Bawang bisa membuat mata memproduksi air mata yang bisa mencuci lapisan luar mata. Bawang putih, juga bisa membantu melenyapkan dari tubuh material-material yang tidak berguna dan berbahaya, contohnya seperti radikal bebas.
Diambil dari Sumber : Healthy Foods oleh Diana Misan
maandag 17 januari 2011
zondag 16 januari 2011
Ditraktir orang..
Kalau ditraktir di restoran mewah sama orang yang cuma kenal selewat. Maksudnya bukan teman yang saya kenal dengan baik..hati saya suka berdebar jadinya. Juga serba salah. Karena biasanya mereka suka punya maksud tertentu. Dari pengalaman saya, biasanya yang ditraktir wajib mendengarkan semua kata-kata yang mentraktir. Karena makanan kita sudah dibayarin sama dia, maka kita wajib mengucapkan terima kasih dengan sikap yang sopan dan santun. Banyak anggukan kepala dan menyetel wajah menjadi terkagum-kagum kalau si pentraktir mulai bercerita tentang kehebatan dan kesuksesan hidupnya. Makanya saya paling tidak suka kalau ditraktir sama orang yang tidak saya kenal dengan baik. Lebih baik BSS sajalah alias bayar sendiri-sendiri gitu. Jadi tak ada yang merasa minder dan tak ada yang merasa tertindas.
Soalnya saya pernah ditraktir sama orang yang cuma kenal selewat. Biarpun hampir tiap hari kita bertemu di park depan rumah saya, kalau kebetulan kita sedang jalan-jalan sama anjing peliharaan. Orang itu keren banget deh. Tiap hari pake jas dan dasi. Dan pada suatu hari kita berpapasan di kota, dia terus mengundang saya makan di sebuah restoran yang asri dan bergengsi. Cuma yaitu, biar semua makanan disana rasanya lezat dan nikmat, tapi masuknya sereet banget dileher. Karena selain ada pelayan yang berdiri tegak disebelah kursi kita, siap mengambil ini dan itu yang kita perlukan, kayak pembokat lagi ngeladenin anak balita makan, sampai saya risih dibuatnya, kuping ini juga harus dipasang terus buat dengerin omongan orang yang nraktir saya makan disitu. Nah yang terakhir ini yang merupakan sebuah siksaan yang luar biasa. Karena rekeningnya mahal juga, jadi saya merasa wajib untuk menyenangkan hatinya dengan jalan memasang muka yang manis, dan belagak kagum dan terpesona mendengarkan semua obrolannya yang penuh dengan kesombongan dan kehebatannya itu.
Dia sengaja bicara keras tentang kesuksesan hidupnya dan kebesaran namanya agar didengar oleh banyak orang. Makin banyak orang yang menoleh kearah meja kami, maka bicaranya pun makin keras dan menjadi-jadi. Semua omongannya menyangkut tentang dirinya sendiri. Saya kan begini.. jadi saya harus begitu, rumah saya modelnya unik sekali, mobil saya merknya cuma ada lima dikota ini, anak saya pinternya luar biasa sampe gurunya pada kewalahan...Masya Allah. Semua cuma saya, saya, saya, saja yang terdengar. Sampai perut ini terasa mual rasanya. Dalam hati saya merasa kasihan padanya. Orang ini jelas kuper, sampai dia harus mengeluarkan uang banyak untuk membeli telinga orang yang mau mendengarkan kehebatannya.
Padahal kesuksesan dan kehebatan seorang, bukan terletak dari cara bicara dan penampilannya. Saya mengenal banyak orang yang pintar dan hebat tapi mengenakan pakaian yang sederhana dan tingkah laku yang biasa atau normal. Misalnya, ada pemasok sayuran ke hotel-hotel dan rumah makan yang punya omzet 50 juta rupiah seharinya. Punya rumah villa megah dan mobil baru tiga biji. Dia bekerja keras tiap hari dari subuh sampai malam, dengan baju lusuh penuh keringat. Lalu seorang petani yang tiap hari badannya berlumur lumpur, ternyata memiliki sawah yang luaas sekali. Yang nilainya berapa belas milyar rupiah gitu. Ada juga pedagang ayam goreng yang biasa mangkal di tenda sederhana, tapi anak-anaknya bisa study di universitas beken semua.
Sebetulnya, semakin banyak kita mengenal orang, semakin mudah kita bersosialisasi. Saya senang memancing pembicaraan dengan orang yang tak saya kenal sama sekali. Kalau dia sudah mau ngobrol maka saya bisa tahu siapa dia sesungguhnya. Sungguh menarik untuk mendengarkan cerita tentang pengalamannya, tentang asal usulnya, dan tentang pekerjaannya. Dari mereka kita bisa belajar banyak. Cobalah untuk punya rasa humor yang tinggi, karena ini adalah kunci yang sukses dalam pergaulan. Belajarlah untuk menyapa dan tersenyum pada seorang dengan hati yang tulus. Saya lebih suka bercerita yang lucu-lucu daripada bikin reklame muluk tentang diri saya sendiri. Karena saya ingin semua orang bisa tersenyum dan tertawa bila berada didekat saya.
by Diana Misan Jan 2011
Soalnya saya pernah ditraktir sama orang yang cuma kenal selewat. Biarpun hampir tiap hari kita bertemu di park depan rumah saya, kalau kebetulan kita sedang jalan-jalan sama anjing peliharaan. Orang itu keren banget deh. Tiap hari pake jas dan dasi. Dan pada suatu hari kita berpapasan di kota, dia terus mengundang saya makan di sebuah restoran yang asri dan bergengsi. Cuma yaitu, biar semua makanan disana rasanya lezat dan nikmat, tapi masuknya sereet banget dileher. Karena selain ada pelayan yang berdiri tegak disebelah kursi kita, siap mengambil ini dan itu yang kita perlukan, kayak pembokat lagi ngeladenin anak balita makan, sampai saya risih dibuatnya, kuping ini juga harus dipasang terus buat dengerin omongan orang yang nraktir saya makan disitu. Nah yang terakhir ini yang merupakan sebuah siksaan yang luar biasa. Karena rekeningnya mahal juga, jadi saya merasa wajib untuk menyenangkan hatinya dengan jalan memasang muka yang manis, dan belagak kagum dan terpesona mendengarkan semua obrolannya yang penuh dengan kesombongan dan kehebatannya itu.
Dia sengaja bicara keras tentang kesuksesan hidupnya dan kebesaran namanya agar didengar oleh banyak orang. Makin banyak orang yang menoleh kearah meja kami, maka bicaranya pun makin keras dan menjadi-jadi. Semua omongannya menyangkut tentang dirinya sendiri. Saya kan begini.. jadi saya harus begitu, rumah saya modelnya unik sekali, mobil saya merknya cuma ada lima dikota ini, anak saya pinternya luar biasa sampe gurunya pada kewalahan...Masya Allah. Semua cuma saya, saya, saya, saja yang terdengar. Sampai perut ini terasa mual rasanya. Dalam hati saya merasa kasihan padanya. Orang ini jelas kuper, sampai dia harus mengeluarkan uang banyak untuk membeli telinga orang yang mau mendengarkan kehebatannya.
Padahal kesuksesan dan kehebatan seorang, bukan terletak dari cara bicara dan penampilannya. Saya mengenal banyak orang yang pintar dan hebat tapi mengenakan pakaian yang sederhana dan tingkah laku yang biasa atau normal. Misalnya, ada pemasok sayuran ke hotel-hotel dan rumah makan yang punya omzet 50 juta rupiah seharinya. Punya rumah villa megah dan mobil baru tiga biji. Dia bekerja keras tiap hari dari subuh sampai malam, dengan baju lusuh penuh keringat. Lalu seorang petani yang tiap hari badannya berlumur lumpur, ternyata memiliki sawah yang luaas sekali. Yang nilainya berapa belas milyar rupiah gitu. Ada juga pedagang ayam goreng yang biasa mangkal di tenda sederhana, tapi anak-anaknya bisa study di universitas beken semua.
Sebetulnya, semakin banyak kita mengenal orang, semakin mudah kita bersosialisasi. Saya senang memancing pembicaraan dengan orang yang tak saya kenal sama sekali. Kalau dia sudah mau ngobrol maka saya bisa tahu siapa dia sesungguhnya. Sungguh menarik untuk mendengarkan cerita tentang pengalamannya, tentang asal usulnya, dan tentang pekerjaannya. Dari mereka kita bisa belajar banyak. Cobalah untuk punya rasa humor yang tinggi, karena ini adalah kunci yang sukses dalam pergaulan. Belajarlah untuk menyapa dan tersenyum pada seorang dengan hati yang tulus. Saya lebih suka bercerita yang lucu-lucu daripada bikin reklame muluk tentang diri saya sendiri. Karena saya ingin semua orang bisa tersenyum dan tertawa bila berada didekat saya.
by Diana Misan Jan 2011
woensdag 12 januari 2011
Laris..manis...>>> renungan pribadi
di export keluar negeri. Semua ingin dagangan mereka laris dan cepat habis. Sampai ada ilmu marketing segala. Untuk menambah wawasan dan kecekatan mereka berdagang. Siapa yang tak kenal nama kolonel Sanders pendiri KFC. Yang jadi legenda. Lambang kesuksesan, keuletan dan jaminan mutu. Saya banyak membaca dan mendengar kisah nyata. Dari pedagang kecil, door to door, sampai punya fillial yang tersebar di semua kota besar. Ayam Suharti misalnya. Atau gado-gado boplo. Pembeli terus mencari mereka. Karena rasanya yang lezat dan khas. Lain dari yang lain. Sampai bikin orang pada ketagihan.
Saya bukan pedagang. Belum pernah belajar marketing, Tak pernah membaca buku-buku, yang isinya soal taktik dan politik di dunia niaga. Saya betul betul orang awam didunia itu. Tapi ada sebuah pelajaran yang sangat berharga sekali , yang pernah saya dapati dari kota kelahiran saya di Bandung. Dari mereka saya belajar banyak sekali. Tanpa buku, tanpa teory semua praktek langsung. Yang dikemudian hari saya terapkan di Belanda dan ternyata saya bisa meraih sukses berdagang dalam waktu yang pendek sekali. Semua hanya karena saya cuma mencontoh dari cara berdagang mereka. Biarpun mereka cuma berdagang ketan bakar saja, tapi cara mereka berdagang...wah ini dia... bisa kita jadikan sebuah pelajaran yang sangat berharga sekali.
Puluhan tahun yang lalu. Waktu saya masih remaja, saya senang sekali makan ketan bakar. Atau ketan yang dipanggang diatas bara api. Bentuknya persegi. Besarnya segede telapak tangan anak-anak. Dimakan panas-panas sama bumbu sambel oncom yang pedees banget. Duuh enaknya..semua rasa ada. Gurih, asin, pedeees dan puanaas. Apalagi kalau makannya malam hari. Sambil menggigil kedinginan di Lembang mulut kita sibuk mengunyah ketan bakar yang lezaat dan panaas itu. Oooh sedapnya. Tak ada duanya. Sampai mata merem melek dibuatnya. Persis kayak orang yang lagi tipsi deh....hahahaha. Baru berhenti kalau perut sudah tak muat lagi. Sekali makan bisa habis 5 biji.
Anehnya semua ini cuma saya dapati disebuah warung kecil. Hanya di warung itu saja. Padahal ada puluhan warung lainnya yang menjajakan makanan kesukaan saya itu, bagai cendawan di musim hujan, rame berjejer disepanjang jalan. Dari mulai memasuki kota Lembang sampai ke daerah Cikole. Cuma di warung itu saja yang selalu penuh dan laris oleh pembelinya. Kalau malam minggu, mobil sampai berjajar banyak sekali. Semua sabar menunggu dan warung lain cuma menampung muntahan langganan mereka saja. Ada sesuatu yang membuat semua pembeli ketagihan ketan bakar mereka. Yaitu, rasa sambel oncomnya yang luar biasa sedapnya, dan rasa ketan bakarnya yang luar biasa panas dan gurihnya. Sebuah gabungan yang maniis sekali. Yang tak dapat ditemukan di warung ketan bakar yang lainnya.
Yang lebih hebat lagi pelayanannya. Sepasang suami istri yang sudah tua dibantu oleh anak-anaknya. Sementara anak-anak mereka sibuk memanggang ketan, suami istri itu bertindak sebagai tuan rumah. Sebuah gabungan sales yang lengkap sekali. Sebelum Hermawan Kartadijaya menulis buku Marketing in venus, mereka sudah lebih dahulu mempraktekannya. Karena mereka berdagang secara manusiawi sekali. Selalu ramah dan sopan kepada langganan. Akrab sekali seperti menyambut famili mereka sendiri. Jika yang beli, rombongan anak-anak muda maka dua orang ini akan bertindak sebagai ibu-bapak mereka. Jika yang membelinya adalah rombongan keluarga, mereka bisa beralih rupa sebagai mertua, kakek-nenek dan orang tua. Jika pembeli adalah para hartawan yang enggan turun dari mobilnya, mereka bisa berubah jadi hamba sahaya yang setia.
Inilah rahasianya. Tak heran bila warung mereka selalu laris manis oleh pembeli. Ada dua hal yang saya camkan baik baik dalam hati. Yaitu, mutu yang selalu harus dijaga dan melayani langganan dengan secara manusiawi. Dua hal ini saya terapkan terus dalam dunia usaha pc yang saya bangun dari 0,0 sampai saat ini. Bersama seorang patner. Alhamdullilah sampai sekarang usaha kami masih terus berjalan, biarpun semakin banyak saingan dan daya beli masyarakat yang semakin menurun akibat resesi. Dari mereka saya belajar banyak sekali. Sepasang suami istri tua yang berjualan ketan bakar diwarung langganan saya dulu...amin.
by Diana Misan..
maandag 18 oktober 2010
donderdag 23 september 2010
Dukun sakti ..4


Dan mereka semua menghambur masuk sambil mengacungkan sebilah clurit yang berkilat tajam kearah mereka. Yang masih berdiri didekat kompor dengan tubuh gemetar dan mulut ternganga. Seorang lelaki kurus meloncat kedepan mereka dan berteriak dengan suara yang menggelegar sehingga jantung mereka seakan berhenti berdetak. “ Aku beri kalian waktu sepuluh menit, untuk mengepak baju dan semua perlengkapan yang kalian perlukan, karena kalian harus ikut bersama kami malam ini juga”. Terdengar petir menyambar diluar dan baskom ditangan mbak Kania jatuh berdentang ke lantai. Tubuhnya terasa lemas tak berdaya sehingga ia jatuh terduduk. Dan lelaki yang memegang clurit itu menarik tangannya dengan kasar . “ Kalau kau masih sayang dengan nyawamu, cepat jalankan perintahku”, teriaknya sambil mendorong tubuh Mbak Kania kearah pintu yang menghubungkan ruang dalam dengan dapurnya. Ia melambaikan cluritnya kearah wanita yang lainnya. Dan memberi isyarat kepada mereka untuk bergerak mengikuti mbak Kania. “ Kalau lebih dari sepuluh menit kalian tak muncul kembali, rumah ini akan kubakar habis sampai rata dengan tanah”, ancamnya.
Lelaki kurus itu menoleh ke arah anak buahnya yang berdiri dibelakangnya. “ Sura dan Yadi coba awasi mereka semua “, perintahnya. “ Kalau mereka rewel atau bertingkah seret saja kemari”. Tanpa bertanya lagi, dua orang lelaki itu maju kedepan dan bergegas masuk kedalam pintu yang dilewati oleh para wanita tadi.

Sambil menunggu para wanita itu selesai berkemas, mengepak baju salin dan semua keperluan yang mereka butuhkan, lelaki kurus yang memegang clurit itu menyuruh anak buahnya untuk membungkus semua makanan yang sudah siap untuk dijual. Yang ditata dengan rapi dan indah diatas beberapa buah tampah yang beralas daun pisang dan berjejer memanjang ditengah dipan bambu yang berada disudut dapur itu. “Besok mereka tak akan dapat berjualan lagi di pasar Gendong legi, karena setelah matahari terbit nanti, mereka telah berada di tempat kita , jadi apa salahnya kalau kita nikmati saja semua makanan ini, daripada terbuang percuma”, katanya. “ Aku ingin membawa panci sup buntut yang lezat itu juga, buat sarapan kita esok pagi”, kata seorang anak buahnya. Lelaki kurus itu tertawa, “ Kau benar-benar serakah dan rakus, apa kau berani menjinjing panci besar yang penuh berisi air kaldu yang mendidih itu ?".
Hujan turun dengan derasnya. Sepuluh menit telah berlalu. Tapi para wanita cantik yang akan mereka culik pada malam itu masih belum juga muncul dipintu. Sehingga lelaki kurus itu mulai gelisah . Ia berjalan mundar-mandir sambil mengunyah sebiji lumpia. Dan ketika panganan itu sudah habis ditelannya , ia menoleh kepada seorang lelaki yang bertubuh pendek dan gemuk , yang sedang sibuk mencungkil sebongkah daging dari sepotong buntut sapi yang besar, yang mengambang dipermukaan panci yang besar itu dengan ujung cluritnya yang tajam. . “Coba kau lihat kedalam sana, kalau Sura dan Yadi mencoba untuk bermain gila dengan mereka, akan kuhajar kedua orang itu sampai babak belur, kita harus pergi secepatnya dari tempat ini”, katanya. Lelaki yang bertubuh tambun itu mengangguk patuh , Lalu berlari masuk kedalam pintu yang sudah terbuka lebar didepan hidungnya.

Sepeninggal orang itu senyap mencengkam. Semua menunggu dengan wajah yang tegang. Tapi tak terdengar teriakan atau jeritan apapun juga dari arah dalam sana. Mereka saling berpandangan. Dan disaat terdengar petir menggelegar dilangit, lelaki kurus yang sudah hilang kesabarannya itu mengacungkan cluritnya keatas, lalu berlari menerjang masuk kedalam diikuti oleh seluruh anak buahnya.
jilid 5 tamat..sabar ye by DM
vrijdag 17 september 2010
donderdag 16 september 2010
Dukun sakti 3.....


Pasar Gendong legi yang biasanya sepi, minggu ini jadi ramai sekali. Padahal pasar itu terletak disebuah desa yang terpencil sekali. Jauh dari jalan besar yang menghubungkan desa itu dengan kota besar yang terdekat.
Dari pagi orang sudah mulai datang berduyun-duyun kesana. Lalu mereka antri berdiri dengan tertib dan teratur di depan sebuah warung kecil, yang ditata asri sekali. Hebatnya, warung itu hanya buka dipagi hari saja, karena lewat jam 11 siang semua makanan dan kue-kue basah yang dijual disana pasti sudah habis terjual. Ludes tak tersisa lagi.

Khabarnya warung yang laris manis itu, hanya menjual sup buntut, nasi hangat, tempe goreng, kerupuk , sambal , dan berapa macam kue-kue basah seperti lumpia, onde-onde, rujak manis dan kue bika ambon saja. Selain harganya murah meriah, rasanya juga luar biasa sedapnya. Karena sejak dibuka, orang telah berebutan masuk untuk makan dan jajan di warung itu.

Tapi yang lebih hebat lagi, adalah mereka yang meladeni para pembeli. Semuanya wanita, cantik-cantik dan seksi sekali. Juga ramah dan lemah lembut. Tak pernah jemu mengobral senyum. Hingga orang merasa betah untuk duduk berlama-lama di dalam warung itu. Sungguh sebuah perpaduan yang cocok dan harmonis. Karena sambil makan sup buntut yang gurih dan lezat, mata mereka juga disuguhi tontonan, wanita-wanita cantik yang berjalan melenggang hilir mudik untuk melayani semua langganan.

Belum ada seminggu warung sup buntut didesa Gendong legi itu berdiri. Sudah banyak hati lelaki yang gelisah, karena hati mereka telah terpaut oleh paras para pelayan yang sering meladeni mereka makan diwarung itu. Termasuk seorang lelaki muda yang malam itu berjalan kian kemari dengan gelisahnya, didalam sebuah gua yang basah dan lembab, yang tersembunyi dbalik batang pohon-pohon yang besar. Ditengah sebuah hutan jati yang lebat.

Meskipun ada setampah kue-kue basah diatas dipan bambu yang terletak di pinggir gua itu, yang selalu diborongnya setiap pagi dari warung sup buntut itu, tapi ia sudah tak punya selera lagi untuk menyantap jajanan pasar kesukaannya. Ia lebih banyak merenung sambil membayangkan seraut wajah milik seorang wanita cantik, yang telah membuat hari-harinya terasa panjang dan melelahkan sekali.
Seumur hidup belum pernah aku melihat seorang wanita yang secantik dan selembut itu, apakah aku telah jatuh cinta ?, pikirnya sambil menghisap rokoknya dalam-dalam. Malam masih muda, bulan sabit baru saja muncul dilangit, berarti ia masih harus menunggu lama sekali untuk sarapan disebuah warung yang cuma ada di pasar Gendong legi saja, yang sekarang sudah menjadi tujuannya setiap hari.
Khabarnya wanita-wanita cantik yang berjualan di warung itu, sudah punya suami semua, pikirnya lagi dengan hati berdebar. Kalau begitu aku harus dapat memilikinya dengan kekerasan, apa boleh buat, demi cinta semua cara akan kuhalalkan, soal ia mau atau tidak itu bagaimana nanti sajalah, yang penting ia harus berada didekatku siang dan malam. Nanti kalau kurayu terus lama-lama hatinya pasti akan luluh juga.
Lelaki muda itu menarik nafas dalam-dalam, lalu berjalan kearah mulut gua yang besar itu, menghampiri serombongan lelaki yang berwajah kasar dan bermata liar, yang sedang berjongkok mengelilingi sebuah api unggun yang besar untuk menghangatkan tubuh mereka dimalam yang dingin itu.
Disana ia berbicara perlahan dengan mereka. Tak lama kemudian mereka semua bangkit berdiri, lalu berpencar keluar dan lenyap ditelan kegelapan malam.

Malam itu gerimis turun rintik-rintik. Tapi didapur mbak Kania yang hangat, tubuh Jane, Catharina, Lies dan Ernie, sudah basah bersimbah peluh. Sejak sore tadi mereka sudah sibuk menyiapkan makanan dan kue-kue yang akan mereka jual di pasar Gendong legi esok pagi. Jane melempar segenggam merica kedalam panci besar yang airnya bergolak didepannya, " Sampai kapan ya, aku harus masak sup buntut tiap hari", keluhnya sambil mengusap keringat di keningnya. Catharina tersenyum, " Dagangan kita laris manis, tiap hari habis, tapi aku belum juga melihat wajah orang yang kita cari itu ", katanya sambil menggulung sebiji lumpia diatas sebuah piring kecil. Ernie mengangguk. Tangannya sibuk mengupas bengkoang untuk rujak manis yang harus disiapkannya malam itu. " Aneh banget, sepedas apapun juga rujak yang kubuat mereka tetap pada rebutan beli..hihihi". Lies tersenyum, " Onde-ondeku juga begitu loh, kadang-kadang aku nggorengnya gak mateng, maklum keburu ngantuk tapi laris terus". Mbak Kania terkekeh geli, " Sakjane, kita ini bisa kerja sama loh, bikin bisnis catering dikota besar, pasti untungnya banyak deh, kapan banyak orang disana yang suka punya hajat besar". " Aku gak sanggup Nia, kalau tiap malam harus begadang nggodog buntut sapi biar empuk banget", kata Jane sambil membalik-balik tempe yang sedang digorengnya diatas wajan. Dan mereka tertawa geli. Lupa pada semua masalah yang sedang mereka hadapi.
Terdengar anjing melolong panjang diluar. Angin berhembus kencang, dan mereka semua terdiam. " Wah mau hujan badai rupanya", kata mbak Kania sambil menjenguk keluar dari jendela dapurnya. " Eh ini kan malam jum-at toh ", desis Ernie perlahan. Seperti ditujukan pada dirinya sendiri. Catharina menggangguk. " Nggak kerasa ya sudah hampir sebulan kita tinggal disini". "Waktu berjalan cepat sekali ya", sambung mbak Kania sambil menghitung jejeran kue bika ambon yang berderet rapi didepannya. Seperti tentara sedang berbaris. " Entah sudah berapa ribu kue bika ambon yang kubikin, tapi orang kok gak pernah pada bosen ya, jan gumun aku loh".
Terdengar kilat menyambar diluar. Dan mereka menjerit kaget disaat melihat pintu dapur terkuak lebar dan beberapa orang lelaki yang berbaju hitam, menghambur masuk dengan cepatnya.
Nyambung ke jilid 4..sabar ye. by D Misan
dinsdag 7 september 2010
Dukun sakti bag 2
Menjelang tengah malam, disaat awan gelap datang menyelimuti bulan sabit yang tersenyum pucat dilangit, mas Jimmy dan beberapa pemuda kampung Duren berjalan bergegas ke arah tegalan dimana tenda dukun sakti itu berdiri. Mereka ingin melihat sendiri, apa yang sesungguhnya terjadi disana. Karena dukun itu hanya menerima tamu sampai lepas magrib saja, dan selebihnya ia tak mau diganggu lagi. Karena bila bintang-bintang telah muncul bertebaran dilangit, ia harus bekerja memberi perintah kepada tuyul-tuyul piaraannya untuk terbang ketempat yang diinginkannya. Untuk mencuri uang para pejabat yang korup, atau konglomerat yang pinter nipu rakyat kecil dengan dalih menjual saham perusahaan mereka. Yang bisa memberi untung banyak sekali. Padahal saham yang mereka jual isinya cuma janji-janji muluk belaka.
Sampai disana, mas Jim melongo. Tegalan itu ternyata sudah kosong sama sekali. Tenda tempat praktek dukun sakti itu lenyap tak berbekas bagai ditelan bumi. Hanya tinggal sampah-sampah sisa makanan yang bertebaran memenuhi tempat itu. Dukun dan para pelayannya tak kelihatan lagi batang hidungnya. Mereka bagai menghilang dalam kegelapan malam yang pekat. Mas Jim cuma bisa menarik nafas panjang. Dengan kepala penuh tanda tanya ia berjalan pulang. Aneh, pikirnya, mengapa dukun sakti itu pergi tanpa pamitan dari sini, ini pasti ada udang dibalik batu, aku yakin ada yang gak beres sama orang itu, aku cuma kuatir saja akibatnya nanti, tak mungkin ada orang yang bisa melipat gandakan uang tanpa mengambil untung sepeser juga..aneh..aneh.
Malam itu mas Jim gelisah sekali. Meskipun badannya terasa lelah tapi matanya tak dapat terpejam. Entah kenapa hatinya selalu berdebar cemas. Selain memikirkan keanehan dukun ajaib itu, hati kecilnya berbisik bahwa cepat atau lambat akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan akan datang melanda penduduk di desa itu.
Disaat azan subuh mengalun syahdu membangunkan orang-orang yang masih tidur lelap didesa itu, tiba-tiba mas Jim meloncat berdiri. Telinganya menangkap derum mobil truk yang hingar bingar masuk kedalam desa itu. Sambil mengusap wajahnya yang layu karena tak dapat tidur semalaman, ia berjalan keberanda rumahnya dan apa yang dilihatnya di luar sana, membuat mulutnya ternganga lebar dan tubuhnya gemetar bagai orang kedinginan. Ternyata desa Duren telah dikepung oleh sepasukan pulisi yang bersenjata.
Belum hilang rasa kagetnya, berapa orang pulisi telah berlari mendekatinya. Tanpa bertanya apa-apa lagi, ia langsung digiring kedalam balai desa yang terletak didepan rumahnya. Bukan cuma pak Kades saja, tapi hampir semua laki-laki dewasa di desa itu dikumpulkan di balai desa. Setelah mereka berkumpul semua, seorang pulisi yang tinggi besar dan punya wajah serius tanpa senyum, langsung membentak-bentak mereka dengan garangnya. " Kalian semua akan kami bawa ke kantor polisi, dan semua barang-barang lux yang kalian beli sejak kemarin lusa akan kami sita semua, karena semua itu kalian bayar dengan uang palsu , dan ini adalah sebuah perbuatan kriminil yang melanggar hukum negara". Maka dipagi yang mendung itu terjadi sebuah kegaduhan yang luar biasa di desa Duren. Pulisi sibuk menyita semua barang-barang lux yang baru saja mereka beli di semua rumah penduduk, dan membawa semua lelaki dewasa yang tinggal di desa Duren kekantor polisi terdekat yang ada dikota besar. Meninggalkan hujan tangis wanita dan jeritan anak-anak yang melihat ayah mereka diborgol tangannya dan dinaikan ke atas truk. Mereka semua berdiri mematung dengan wajah pucat dan air mata berlinang sampai truk yang membawa orang-orang yang sangat mereka cintai itu lenyap ditikungan jalan.
Dan malam itu terjadi sebuah kesibukan yang luar biasa dirumah Jane, adiknya mas Jimmy yang tinggal di kota besar dekat desa Duren. Waktu mbak Kania istri mas Jim datang sambil menangis tersedu-sedu, mengadu tentang nasib suaminya dan penduduk desa Duren lainnya yang ditangkap pulisi karena dituduh mencetak uang palsu, Jane tak membuang waktu lagi. Dia terus menelpon Catharina adiknya, Lies dan Ernie kawan baiknya. Untuk datang kerumahnya malam itu juga dan mencari solusi yang paling baik untuk membebaskan mas Jim dan kawan-kawannya dari tuduhan pulisi.
Untung sajalah Ernie punya saudara yang jadi komandan pulisi di kota itu. Mas Wawan. Jadi ia bisa minta saran dan pendapat dari adik sepupunya itu. " Gini ya Er, sebetulnya mereka masih dianggap tertuduh bukan pelakunya, jadi masih harus bisa dibuktikan kebenarannya". " Bila seandainya pelaku yang sesungguhnya dapat ditangkap pasti mereka akan dibebaskan tanpa syarat", kata mas Wawan sambil mengelus-elus dagunya yang licin mengkilat.
Dan mereka yang mendengar cerita Ernie, langsung bertekad untuk mengejar dukun palsu itu. Malam itu mereka berkumpul untuk mencari akal, bagaimana caranya, agar dapat menangkap dukun palsu yang menghilang tanpa bekas itu.
" Dukun itu gak jelas wajahnya, pokoknya serem banget deh, karena pipinya tertutup jenggot dan kumis yang lebat sekali, juga matanya juling, ia senang duduk ditempat yang gelap, cuma ia doyan sekali makan sup buntut dan kue-kue basah, seperti lumpia, bika ambon, apem, onde-onde dan lain-lainnya", kata mbak Kania sambil mengusap matanya yang basah. " Para pelayannya selalu memborong habis masakan jualanku di warung nasiku".
Jane tersenyum. " Kalau begitu aku punya akal", katanya. " Mulai besok kita jualan dipasar, semua makanan yang paling disukai oleh dukun palsu itu kita bikin rame-rame, ditanggung dia bakalan muncul tanpa diundang lagi deh".
Semua mengangguk setuju. Dan mereka terus berunding sampai larut malam.
nyambung ke jilid 3
maandag 30 augustus 2010
Dukun sakti....


Konon dilereng gunung Kawi yang hijau royo-royo, terletak desa duren yang subur dan makmur. Karena hanya di tanah desa itu saja, pohon duren dapat tumbuh dan berbuah dengan cepatnya, sehingga penduduk di desa itu hidup senang semua. Berkat hasil buah duren yang berlimpah ruah. Selain menggarap sawah ladang, penduduk di kampung itu juga membuat dodol duren yang hasilnya di kirim ke kota-kota besar di seluruh kepulauan Nusantara. Disana mereka tak mengenal musim duren, karena sepanjang tahun ribuan pohon duren yang tumbuh mengelilingi desa itu terus berbuah dengan lebatnya.
Desa itu selain subur dan makmur, juga punya seorang lurah yang cerdik, pintar dan bijaksana. Namanya mas Jimmy. Maklum mas Jim ini dah pernah lama sekali berlayar di lautan mengelilingi dunia dan merantau puluhan tahun ke benua europa, jadi pengalamannya juga sudah banyak sekali. Tak heran jika desa yang dipimpinnya tambah maju dan penduduknya hidup makmur semua. Karena mas Jim punya prinsip, apa yang berlebih sebaiknya ditabung saja buat hari esok. Jangan suka royal atau menghamburkan duit yang gak perlu.

Pada sebuah siang di musim kemarau yang panas, penduduk desa duren gempar semua. Karena mereka kedatangan seorang lelaki tua yang wajahnya angker dan serem, dan mengaku sebagai seorang dukun sakti yang bisa membuat orang jadi kaya raya hanya dalam waktu semalam saja. Anehnya ia tak minta upah sedikitpun untuk jasanya yang luar biasa itu. Tentu saja banyak orang yang pergi kesana untuk membuktikan kesaktian dukun yang luar biasa itu. Dan tak ada orang yang kecewa. Karena dukun itu ternyata sakti sekali. Dia dapat melipat gandakan uang yang kita berikan padanya hanya dalam waktu semalam saja. Jadi kalau sampeyan punya duit seratus ribu, terus dikasih ke dukun itu, besoknya bisa berubah jadi dua ratus ribu rupiah.
Cuma dukun itu tak punya banyak waktu, maklum jadwalnya padat sekali, karena ia juga harus menolong orang yang mau mendadak jadi kaya raya di desa lainnya. Jadi ia cuma bisa tinggal selama tiga hari saja didesa duren.
Tak heran bila didesa duren terjadi sebuah kesibukan yang luar biasa. Penduduk didesa itu sudah tak punya waktu lagi untuk mengerjakan sawah ladang mereka. Mereka hanya bergerombol saja di depan sebuah tenda besar, yang sengaja dipasang oleh para pelayan dukun itu di sebuah tegalan kosong yang terletak dipinggir desa. Orang-orang tak sabar menunggu giliran mereka. Untuk menyetorkan duit yang mereka miliki semua kepada dukun itu, dan mengambilnya lagi esok harinya dengan jumlah berlipat.

Kabarnya dukun sakti itu punya berapa biji tuyul yang luar biasa. Karena tuyul itu bisa disuruh terbang kemana saja, untuk mencuri uang para konglomerat yang mencari nafkah dengan cara tak halal misalnya dari hasil korupsi uang negara, atau memeras rakyat kecil yang tak berdaya. Jadi sah sah sajalah bila uang itu harus dikembalikan lagi ke rakyat yang mereka tipu.
Hanya dalam waktu dua hari saja, penduduk desa duren berubah jadi jutawan semua. Motor baru berseliweran masuk keluar kampung. Truk-truk besar mundar mandir sepanjang hari, untuk mengantar perabot rumah tangga yang lux, seperti koelkast, tv dan pc model terbaru, ke rumah-rumah penduduk. Dan semua ini tak lepas dari pengamatan pak kades Jim yang selalu waspada dengan seluruh kejadian yang terjadi didesanya. Berkat pengalamannya yang sudah matang dan banyak sekali, Mas Jim itu jadi lebih suka berpikir secara logika dan wajar, tentu saja ia tak percaya kepada keajaiban yang luar biasa itu.
Ini gak mungkin, pikirnya. Pasti ada udang dibalik batu. Aku gak percaya sama dukun yang kabarnya sakti itu. Aku harus menyelidiki soal ini sampai tuntas. Jadi sebaiknya aku pergi malam nanti kerumah dukun itu. Aku ingin melihat sendiri apa yang terjadi disana.
bersambung ke jilid 2 ...by D.M
Abonneren op:
Posts (Atom)































